RUHENDI ANANTAGUNA "HIDUPLAH DENGAN BERFIKIR DAN BERJIWA BESAR" HIDUPLAH DENGAN BERFIKIR DAN BERJIWA BESAR: Otobiografi Part 1

Otobiografi Part 1

Sahabat Blogger yang budiman,
Sebelum saya memulai untuk menulis diblog saya ini, izinkan saya untuk memperkenalkan diri saya dulu.
Perkenalkan nama kecil saya dan sampai sekarang tetap pakai nama Ruhendi Anantaguna, saya adalah anak kedua dari pasangan keluarga harmonis bapak Taspan dan ibu Murah...
Ayah saya adalah seorang ayah yang sangat kuat dan pejuang buat keluarga saya, beliau juga adalah pahlawan buat kami sekeluarga, saat ini beliau sudah meninggalkan pekerjaan tetapnya yang sudah hampir 25 tahun beliau jalani sebagai seorang penjual nasi goreng didaerah Cibitung dan saat ini ayahku yang sudah renta itu sedang sibuk mengurus sawah dikampung bersama istri yang sangat setia mendampinginya (semoga harmonis sampai akhir hayat, aamiin...)
Ibuku seorang wanita yang sangat tegar dan tabah, beliau tidak pernah putus asa dalam menapaki perjalanan hidupnya sampai saat ini, beliau selalu menemani suaminya dengan setia.
Beliau berdua telah menjadi orang tua yang baik dan menjadi tauladan bagi kami anak-anaknya...
Kami bangga bahkan sangat bangga menjadi putra beliau berdua, lewat tangan dan kuasa ALLAH lah kami dididik dan dititipkan kepada orang tua yang baik dan bijaksana, semoga tauladan yang baik dari kedua orang tua kami bisa tertular kepada kami semua sebagai anak-anaknya...

Sahabat blogger yang setia,
Seperti yang saya sebutkan diatas saya anak kedua dari enam bersaudara. Kakak tertuaku laki-laki beliau sudah dikaruniai 2 orang anak laki-laki yang tampan dan gagah persis seperti bapak dan kakeknya.
Adik-adikku semuanya wanita dan Alhamdulillah semuanya sudah berkelurga dan sudah dikaruniai putra dan putri yang manis dan lucu serta imut...
Keluarga kami asli dari sebuah kabupten kecil dipinggiran pantura pulau Jawa bagian barat. Orang-orang bilang daerahku adalah kota terpanjang dipantura Jawa Barat ini pendapat sebagian orang yang ketika melakukan perjalanan dari Jakarta ke Cirebon atau sebaliknya karena saking lamanya melewati kota kami. Ada juga yang menjuluki kota kelahiranku sebagai Kota Mangga yang konon katanya dikota asal kami ini, buah mangga berbuah tanpa mengenal musim selalu ada meski bukan musim buah mangga.
Kota yang asri inipun ada yang menyebutnya sebagai kota yang terkenal dengan kaum Hawanya yang cantik dan seksi... Semua sebutan itu cukup membuat kota mungilku terkenal diseantero Indonesia (hehheheeee...).
Pasti sahabat blogger sudah bisa menebak nama kota kelahiranku...??? ya... benar nama kota kelahiranku adalah Indramayu.
Kampung halamanku sendiri dibuatkan nama yang unik oleh tetua desa yang hidup pada jaman penjajahan kompeni. Nama dusunnya Tulang Kacang Suji berada dalam wilayah desa Cipaat termasuk kecamatan Bongas bagian barat.
Semasa kecil kami tinggal dikampung kecil ini dengan suasana yang asri, tentram, damai dan nyaman.

Sahabat blogger yang saya cintai,
Seperti kebanyakan anak-anak seusia kecilku, saya sempat mengenyam bangku Sekolah Dasar 6 tahun, kemudian mengenyam pendidikan setingkat SLTP Negeri 1 Bongas selama 3 tahun masa pendidikan, lalu saya melanjutkan studi ke tingkat SLTA dikota udang Cirebon tepatnya di Sekolah Tinggi Menengah Pelayaran Laut atau dikenal dengan STM-PL yang pada saat saya masuk tahun ajaran baru berubah nama menjadi Sekolah Menengah Tehnologi Pertanian (SMT-Pertanian), tetapi sebelum masuk ke SMT Pertanian saya juga sempat mengikuti uji seleksi untuk jenjang pendidikan Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) didaerah Majalengka, tetapi tidak lolos test yang saat itu pendaftar berjumlah 800an orang yang diterima hanya sekitar 90an orang (ini pasti takdir dari ALLAH SWT).
Saat saya diterima di SMT Pertanian saya ambil program studi Budidaya Ikan, dengan tujuan ketika saya lulus nanti saya menjadi seorang pengusaha sukses dibidang perikanan tetapi lagi-lagi ALLAH berkehendak lain.
Apa saya merasa GAGAL...? jawabannya tentu TIDAK...!!!
Apakah ketika saya tidak meraih apa yang saya impikan, lalu saya merasa putus asa...? tetap saya jawab TIDAK..!!!
Lalu apakah saya lantas diam dan tidak mau berusaha dan menyalahkan takdir..??? lagi-lagi saya jawab dengan tegas TIDAK...!!!
Ya... selama saya masih bisa menjalani kehidupan maka saya TIDAK merasa GAGAL, TIDAK pernah PUTUS ASA dan TIDAK akan diam dan menyalahkan TAKDIR ALLAH...
Saya harus selalu bangkit, berusaha, berdo'a dan kemudian Ikhlas...

Sahabat blogger yang setia,


Maaf ya untuk postingan kali ini sampai disini dulu, nanti saya lanjut lagi ya...

No comments:

Post a Comment